Mengenal lebih dekat Suku Bare'e di Propinsi Sulawesi Tengah

Suku Bare’e (To Bare’e, Tau Bare’e, atau Orang Bare’e) suatu Suku di prov. Sulawesi Tengah; asal usul Suku Bare’e yaitu berasal dari sejarah berdirinya Kerajaan Tojo tahun 1770 dengan raja pertama Kerajaan Tojo yaitu Pilewiti.

Suku Bare'e penduduknya banyak yang tinggal di Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tojo Unauna.

• Pada Buku Sejarah Tojo Una-una, Hasan M.hum, hal 128-130 :

Wilayah-wilayah Suku Bare’e tersebut antara lain: dari desa Malei, Tojo, hingga Pancuma sebagai batas akhir dari batas wilayah Suku Baree pada masa lalunya.

Namun dalam perkembangan selanjutnya migrasi Suku Bare'e hingga memasuki wilayah Malotong, Bailo, dan sebagian wilayah Ampana.

Dengan adanya kawin mawin, penyebaran Suku Bare'e semakin luas hingga ke wilayah pulau-pulau termasuk di wilayah pulau Batudaka, Togean, dan pulau-pulau kecil lainnya.




TENTANG SUKU BARE'E


 

SUKU BARE’E SUDAH DI DATA PEMERINTAH INDONESIA

 


Suku Bare’e dari Kabupaten Tojo Unauna, Propinsi Sulawesi Tengah, sudah tercatat di Buku BPS Pilot Sensus Penduduk 2020 !!!!

– Suku Bare’e dengan kode 7011 6.



Suku Bare’e berasal dari sejarah berdirinya Kerajaan Tojo, Awal sejarah terbentuknya Kerajaan Tojo bermula dari penjemputan bakal raja Pilewiti setelah mendapatkan ijin dari Tinja Pata Sulapa oleh orang yang bernama Talamoa yaitu orang dari langit atau dalam Bahasa Bare’e-nya disebut “To lamoa, Bare’e-nya orang dari langit” dari Sausu menuju Tanjung Pati-pati, Tinja Pata Sulapa (Bare’e, Tiang Empat Sudut) adalah penguasa di wilayah Sausu sampai Tanjung Pati-pati.

Dikisahkan dalam perjalanan dari Pombalowo sekitar tahun 1770 bersama pengawalnya 40 pasang laki-laki dan perempuan menuju Tanjung Pati-pati dengan menggunakan perahu Sampan Batang. Ringkas cerita dalam perjalanan terjadi dialog dan tanya jawab antara Talamoa dengan Pilewiti yang menanyakan semua sungai yang dilewati dari Sausu sampai dengan Tanjung Pati-pati yang pada akhirnya Pilewiti menunjuk sungai Tojo sebagai tempat untuk mendirikan suatu kerajaan, karena menurut beliau tempat tersebut (Tojo) adalah tempat yang terbaik bagi pusat pemerintahan Suku Bare’e, tempat yang dipilih nantinya akan berdiri sebuah kerajaan dari semua tempat yang di lewatinya dari Sausu hingga Tanjung Pati-pati, sehingga Tojo ditetapkan sebagai pusat kerajaan, dan dari sejarah berdirinya Kerajaan Tojo maka dapat diketahui Suku Bare’e itu ada.

Sebelum mengenal Allahuta’ala, Masyarakat Suku Bare’e yang mendirikan Kerajaan Tojo tahun 1770 mengenal beberapa macam Agama kepercayaan Nenek Moyang Suku Bare’e, yaitu:

1) Kepercayaan Puwe Mpalaburu
2) Kepercayaan Lamoa,
3) Kepercayaan To Lamoa,
4) Kepercayaan Roh-Roh, dan
5) Kepercayaan Dunia Atas dan Dunia Bawah.


RUMAH ADAT SUKU BARE'E DISEBUT LOBO 

PAKAIAN ADAT SUKU BARE'E


PAKAIAN ADAT SUKU BARE'E UNTUK LAKI-LAKI DISEBUT BANJARA DAN UNTUK PEREMPUAN DISEBUT INODO.
Baju banjara suku bare'e yang disulam dengan benang emas merupakan baju laki-laki yang panjangnya sampai dipinggang hingga lutut,
bahkan ada juga dari beberapa laki-laki suku bare'e yang memakai inodo yaitu pakaian dari kulit kayu ivo.





Alam Dunia: Dunia Atas dan Dunia Bawah

Alam Dunia yaitu konsep alam dalam kepercayaan Suku Bare’e bahwa alam dunia itu terbagi menjadi dua bagian yaitu dunia bagian atas dan dunia bagian bawah.

1) Dunia bagian atas adalah daratan yang letaknya antara langit dan bumi,dan
2) Dunia bagian bawah terbagi 2 yaitu bumi dan lautan.

Keterangan :

  1. Dunia bagian atas adalah daratan yang letaknya antara langit dan bumi, Langit dilukiskan berbentuk sebuah lingkaran atau persegi empat menghubungkan arah Mata angin yang dilambangkan sebagai alam dunia.
  2. Dunia bagian bawah terbagi 2, yaitu :

2.a Kepercayaan dunia bagian bawah adalah bumi, dan
2.b Kepercayaan dunia lautan.





                    


DAFTAR PUSTAKA :


-Masyarakat Kecamatan Tojo dan Ampana Kota, dan
-Buku Sejarah Tojo Una-una, Hasan M.hum, hal 128-130 :